Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
KOMENTAR MEDIA MASSA
Siapakah yang paling berpengaruh dalam sejarah? Hart menyusun daftar urut (peringkat) seratus tokoh dengan argumentasi yang meyakinkan, tetapi juga mengundang perdebatan.
Apa alasan Hart menempatkan Nabi Muhammad pada peringkat pertama? Mengapa pula Nabi Isa menempati peringkat ke-3, sedangkan Isaac Newton peringkat ke-2, John F. Kennedy termasuk ke dalam seratus tokoh, tetapi mengapa Mahatma Gandhi tidak? Siapa yang lebih berpengaruh, Karl Marx atau Kong Hu-Cu? `Umar bin Khattab atau Alexander yang Agung?
Seratus Tokoh penuh dengan argumentasi, penuh pula dengan humor, diterjemahkan dengan Baca entri selengkapnya »
85 Persen Sumur di Yogyakarta Tercemar
| Ditulis oleh Koran Tempo | |
| Friday, 27 June 2008 | |
| Sekitar 85 persen sumber air atau sumur di Yogyakarta, yang dipergunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tercemar bakteri e-coli. Selain tercemar bakteri itu, sebagian besar sumur warga mengandung zat-zat berbahaya. Dari 19.714 sumur warga yang diteliti, 49,51 persen mengandung berbagai kandungan zat berbahaya, seperti FE (zat besi). |
Fitoremediasi, Mengolah Air Limbah dengan Tanaman
| Ditulis oleh Mujiyanto | |
| Tuesday, 01 July 2008 | |
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa tanaman bisa menjadi media untuk mengolah air limbah, khususnya limbah berbahaya. Beberapa jenis tanaman memiliki kemampuan menyerap beberapa logam renik yang berbahaya. Konsep mengolah air limbah dengan menggunakan tanaman ini dikenal sebagai fitoremediasi.
Fitoremediasi berasal dari bahasa Yunani phyto (phyton) yang berarti tumbuhan/tanaman (plant), remediare (bahasa Latin) yang artinya memperbaiki/ menyembuhkan atau membersihkan sesuatu. Jadi fitoremediasi (phytoremediation) merupakan suatu sistem dimana tanaman tertentu yang bekerja sama dengan mikroorganisme dalam media (tanah, koral dan air) dapat mengubah zat kontaminan (pencemar/polutan) menjadi kurang atau tidak berbahaya bahkan menjadi bahan yang berguna secara ekonomi. Baca entri selengkapnya » |
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa tanaman bisa menjadi media untuk mengolah air limbah, khususnya limbah berbahaya. Beberapa jenis tanaman memiliki kemampuan menyerap beberapa logam renik yang berbahaya. Konsep mengolah air limbah dengan menggunakan tanaman ini dikenal sebagai fitoremediasi.
