Antara Cubluk dan Septic Tank

Juli 10, 2008 at 9:14 am (ISSDP, lingkungan)

Ditulis oleh Mujiyanto
Friday, 13 June 2008
Jika ditanya apakah jamban Anda cubluk atau septik tank, pasti hampir semua menjawab septik tank. Malu dong, dikatakan WC-nya cubluk. Padahal justru yang banyak kita gunakan sebenarnya masih cubluk, bukan septik tank. Lalu apa beda keduanya?

Kedua model sistem pengolahan air limbah rumah tangga ini berbeda dari segi konstruksi. Supaya lebih jelasnya, mari kita lihat satu per satu.

Sistem Cubluk

Sistem cubluk biasanya dilengkapi dengan kloset leher angsa, bahkan ada yang menggunakan kloset duduk. Dengan adanya kloset tersebut, memungkinkan bau tidak menyebar dan mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lainnya di dalam perpipaan atau ruang cubluk itu sendiri.

Sistem cubluk dapat dibangun dibawah kloset jika lokasi untuk penempatan cubluk tersebut sangat terbatas atau penempatan kloset dengan cubluk dilakukan pada lokasi yang terpisah. Jarak maksimum letak cubluk terhadap kloset adalah 8,0 m. Diameter pipa penyalur sekurang-kurangnnya 90 mm dengan kemiringan sekurang-kurangnnya 1:40. Gambar di bawah bisa memperjelas model ini.

cubluk.jpg
Gambar 1. Potongan dan tampak atas Cubluk Kembar

Konstruksi tersebut mempersatukan sistem pengolahan dan resapan. Air limbah langsung meresap ke dalam tanah. Sebab hanya dindingnya saja yang kedap air. Maka, sistem ini harus memperhatikan jarak dengan sumber air. Umumnya, jarak aman adalah 10 meter ke semua sumber air (baik punya sendiri maupun punya tetangga). Kalau tidak sepanjang itu, ada kemungkinan sumber air akan tercemar dan ini berbahaya bagi kesehatan.

Sistem Septic Tank (Tangki Septik)

Sistem septic tank merupakan tangki berbentuk empat persegi panjang atau bulat. Konstruksi dibangun di bawah tanah sehingga air bekas dari kakus, kamar mandi, kamar cuci, dapur dan air bekas bisa dialirkan ke dalam tangki tersebut. Tangki ini berfungsi mengolah air limbah tersebut agar tidak berbahaya bagi lingkungan.

Tangki septik harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, rapat air dan tahan lama, misalnya: pasangan batu bata, batu kali, beton atau fiber gelas. Konstruksi harus cukup kuat menahan gaya-gaya yang timbul akibat tekanan air dan tanah maupun beban lainya.

Bahan yang dapat dipergunakan untuk bangunan septic tank berupa: batu, bata merah dan beton, sedangkan bahan untuk plesteran dapat dipergunakan mortar dari semen dan pasir. Plat penutup tangki:dapat berupa beton bertulang atau plat besi. Jadi seluruh dinding, termasuk dasar septik kedap air.

Jika pada cubluk air langsung meresap ke dalam tanah, air septik tank dibuang melalui saluran pembuangan. Saluran ini bisa dibuat dari pipa tanah liat, pipa beton, pipa asbes semen, dan pipa PVC.
Perbandingan panjang dan lebar untuk tangki septik bertulang empat persegi panjang adalah 2 : 1 sampai dengan 3 : 1.
septik.jpg

Gambar 2. Tangki Septik konvensional

Septik tank skala kecil yang hanya melayani satu keluarga dapat berbentuk bulat dengan diameter sekurang-kurangnya 1,20 m dan dalam sekurang-kurangnya 1,20 m. Tinggi air dalam tangki sekurang-kurangnya 1,20 m dan kedalaman maksimum, 2,10 m.

Tinggi tangki septik adalah tinggi air dalam tangki, ditambah dengan ruang bebas air (free boar) sebesar 20 – 40 cm dan ruang penyimpanan lumpur. Lebar tangki sekurang-kurangnyaa 0,75 m dan panjang tangki sekurang-kurangnya 1,50 m. Dasar tangki dapat dibuat horizontal atau dengan kemiringan tertentu untuk memudahkan pengurasan lumpur.

Tangki septik harus diletakkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan lancarnya pengaliran air buangan dari bangunan dan lancarnya pengaliran efluen ke bidang resapan. Biasanya, tangki septik dilengkapi pula dengan tangki resapan. Bangunannya bisa seperti cubluk. Jarak bidang resapan ke sumber air juga sama dengan cubluk yakni 10 meter.

Untuk membuat tangki septik yang baik sehingga tidak mencemari air dan tanah di sekitarnya, maka beberapa hal perlu diperhatikan antara lain:

  1. Dinding tangki septik hendaknya dibuat dari bahan yang rapat air.
  2. Untuk membuang air keluaran (effluent) dari tangki septik perlu dibuatkan daerah peresapan.
  3. Tangki septik ini direncanakan untuk membuang kotoran rumah tangga dengan jumlah air limbah antara 70 – 90 % dari volume penggunaan air bersih.
  4. Waktu tinggal air limbah di dalam tangki diperkirakan minimal selama 24 jam.
  5. Besarnya ruang lumpur diperkirakan untuk menampung lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan dengan banyaknya lumpur sebesar 30 – 45 liter/orang/tahun, sedangkan waktu pengambilan lumpur diperhitungkan minimal selama 2 – 4 tahun.
  6. Lantai dasar tangki septik harus dibuat miring ke arah ruang lujmpur.
  7. Pipa air masuk ke dalam tangki septik hendaknya selalu lebih tinggi lebih kurang 2,5 cm dari pipa air keluar.
  8. Tangki septik hendaknya dilengkapi dengan lubang pemeriksaan dan lubang penghawaan untuk membuang gas hasil penguraian.
  9. Untuk menjamin terpakainya bidang peresapan, maka diperlukan pipa udara dan pelepas tekanan agar pengaliran ke bidang resapan dapat mengalir secara terus-menerus. (sumber: www.ftsp1.uii.ac.id)

sumber : http://issdp.ampl.or.id

& Komentar

  1. aidul felix tampubolon berkata,

    gambarnya kok gak muncul….???
    tpi thanks ya dah kasi infox….

  2. Kampung 200, Bukan Gope tapi Nipe (?!) atau Liang Bai (√). « ginkgo 花 berkata,

    [...] tank di rumah atau di luar rumah mereka (meskipun yang warga sebut sebagai septic tank di sini pada kenyataannya adalah cubluk). Keberadaan cubluk di daerah atas (selatan) ini dinilai memiliki potensi yang kecil untuk [...]

  3. ginkgo7 berkata,

    Assalamualaykum
    izin kutip yah. jazakumullahukhoir

    • harimawan berkata,

      silakan saja…
      saya juga cuman ambil dari web lain…
      so, asal bermanfaat buat banyak orang…
      trims, dah mampir…

  4. Yetty Agus berkata,

    Mohon infonya dimana saya bisa mendapatkan Septik tank yang tanpa menggali, karena saya pernah melihat iklan di surat kabar.

    Tq, Yetty Agus

  5. harimawan berkata,

    pada dasarnya septictank (ST) adalah untuk menampung air limbah untuk diproses dalam jangka waktu tertentu dan kedap air, sehingga bocor/merembes tidak mencemari lingkungan sekitarnya.
    dengan demikian, dapat saja STdi buat tidak didalam tanah/ menggali tanah,
    asalkan saja air limbah tadi dapat dialirkan kedalam ST.
    sampai saat ini, sebagian besar cara mengalirkan/menampung air limbah ke dalam ST adalah dengan cara gravitasi, konsekuansinya letak ST harus lebih rendah dari outlet air limbah
    kalau outlet limbah terletak di atas tanah, misalkan rumah panggung, rumah tingkat, atau sejenisnya, sehingga dengan dialirkan secara gravitasi tidak masalah jika ST berada di atas permukaan tanah
    apalagi teknologi sekarang sudah cukup banyak orang memanfaatkan ST yang terbuat dari bahan fiber, sehingga praktis baik untuk ST individu ataupun ST komunal

    alasan lain ST dapat diletakkan di atas permukaan tanah adalah kekhawatiran tercemarnya lingkungan (khususnya air tanah yang dangkal), dengan demikian, jika terdapat kebocoran akan dapat mudah diketahui.

    untuk menambah referensi tentang ST silakan lihat juga blog tetangga : http://desainseptictank.blogspot.com

    trims dah mampir kesini…

  6. ilham berkata,

    mohon kirim info mengenai pembuatan septik tank.

    Terimakasih

    Salam
    Ilham

  7. agoes widodo berkata,

    gambarnya mana…., aq butuh gambar

  8. bambang harianto berkata,

    gas dari penguraian feses apa bisa dibuat sedemiian rupa u, bio gas ?

Tulis sebuah Komentar