Bio-Toilet, Jamban Tanpa Air

Desember 19, 2008 at 9:50 am (ISSDP, lingkungan) (, , , , , , )

Dikutip dari web: http://www.sanitasi.or.id

Ditulis oleh Mujiyanto
Tuesday, 25 November 2008
biotoilet1.jpgMelihat judul di atas, mungkin Anda langsung berpikir: bagaimana jamban tanpa ada airnya? Memang bio-toilet adalah ‘barang’ baru di Indonesia. Padahal toilet jenis ini sudah banyak dikembangkan di luar negeri. Bio toilet adalah pengembangan desain toilet sistem kering yang mempergunakan matriks serbuk kayu sebagai media penangkap dan pengurai tinja dan urine. Ciri khas dari desain ini adalah tidak digunakannya air untuk menggelontor kotoran.     

Di Indonesia, bio-toilet belum banyak dikenal. Saat ini bio-toilet masih dalam taraf pengembangan yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Meski demikian, bio-toilet tersebut sudah diujicobakan di kompleks Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung dan di kompleks perumahan kumuh di Kiaracondong, Bandung.

Baca entri selengkapnya »

Permalink & Komentar

Cubluk (dari dinsum ITS)

Desember 19, 2008 at 9:37 am (Uncategorized) (, , , , )

Berhubung banyak permintaan untuk referensi cubluk dan gambarnya, ini saya ambilkan dari sebuah web

http://www.dimsum.its.ac.id , mudah-mudahan pemiliknya berkenan berbagi info disini

Cubluk adalah lubang/sumuran yang dibuat dengan menggali tanah dengan dinding yang merembes air. Jadi cubluk merupakan suatu lubang yang digunakan untuk menampung air limbah manusia dari jamban, berfungsi sebagai tempat pengendapan tinja dan juga media peresapan dari cairan yang masuk.

 

gambar cubluk

gambar cubluk

Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Alternatif Pemanfaatan Lahan Bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sebagai Lahan Produktif Di Kotamadya Yogyakarta

Desember 6, 2008 at 7:22 pm (lingkungan) (, , )

Abstrak dari suatu Penelitian (1996)

oleh

Bambang Surojo , Adi Susetyaningsih, Ananto Harimawan,

Surya Budi Lesmana, Sulistyowardani



Lahan bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dipandang sebagai lahan yang sudah tidak produktif lagi. Selain menimbulkan pemandangan yang tidak indah dilihat mata, lahan bekas TPAS juga dapat mengganggu lingkungan sekitarnya antara lain adalah sebagai sumber penyakit, menyebabkan polusi udara / bau bahkan seringkali dihuni secara liar. Masalah – masalah tersebut di atas dapat dicegah dengan memanfaatkan lahan bekas TPAS sebagai lahan yang lebih produktif.

Baca entri selengkapnya »

Permalink 1 Komentar